Meniti Hari Mencari Mentari

 

Bismillahirrahmanirrahim

Sungguh sabar itu amat berat.  Penjelasan panjang lebar diungkapkan dalam Catatan Seorang Pengemis. Sungguh komenku di situ mengatakan, “sabar itu amat berat ketika senang, kerana bila susah kita mampu mendidik hati dan memujuk jiwa dengan mengingatkan bahawa itu ujian dari Allah dan pasti ada hikmahnya, insyaAllah sesudah kesusahan pasti ada kesenangan. Namun bila senang jika kita tidak sentiasa diulit mimpi semalam tika susah…kita mudah lupa”.

Sungguh lebih mudah berkata-kata.  Hari-hari tika aku meniti satu demi satu cabaran ini kuingatkan kata-kata ku itu.  Sungguh aku syukur atas nikmatMu ya Allah.  Anak-anakku belum mengerti. Dia dan mereka jua belum mengerti.  Hanya Kau yang Maha Mengetahui segala-galanya. Walau bebola hangat ini tidak henti-henti membasahi pipi dalam kumeniti hari mencari mentari merah itu, aku tetap bersyukur atas nikmatMu.  Sungguh aku tidak layak mengemis cintaMu.  Tapi hanya Kau yang ada dihatiku.  Kau yang mampu memberiku erti sebuah kehidupan. 

Kupohon hanya kadar sebutir mutiara kasihMu, sungguh aku malu menagih cintaMu.  Aku yang tak punya apa-apa.   Namun rinduku sering menggamit cintaMu, aku yang tak jemu-jemu menggapai kasihMu.  Kerana dalam hatiku ada CintaMu nan suci.  Kerana Kau terlalu amat Maha Pemurah lagi Maha Pengaampun terhadap diriku yang hanya pandai meminta tetapi amat3 sedikit memberi, kerana Kau segala2 yang tiada dalam mana2 makhluk di maya pada ini…sungguh hati siapa pun akan terpaut dan tidak mungkin meninggalkanMu.  Tiada yang lebih Ikhlas dariMu, tiada yang lebih Perkasa dariMu, sungguh aku terpesona, Kaulah cinta Agungku.

Jika aku seorang penyair, akan kuukirkan puisi indah untukMu kerana  Kaulah satu-satunya Rabb dan Ilahku.   Namun aku tidak pandai berkata2 untuk menagih perhatianMu.  Lantas izinkan aku meminjam lagi kata-kata Imam Syafie:

Tanpa kemuliaanMu Yang Agung
aku hanya bisa berdiri dengan hina
Terhadap samudra rahasiaMu, aku tak punya ilmu.
Aku membentangkan tangan mengharap hujan dermaMu dan kasihMu.
Di telaga nama-namaMu yang indah, segala prosa dan puisi tenggelam.
Sejak hari “Alastu”, orang-orang dungu terhadap namaMu,
lalu kau ajari mereka nama-nama itu.
Kami telah minum serbat cinta dan belas kasihMu, hingga kami tidak lapar dan tidak haus.

Dan tatkala hatiku keras dan jalan-jalanku sempit maka aku jadikan harapanku terhadap maafMu menjadi tangga. Dosaku begitu besar tapi jika menetapMu, pengampunanMu jauh lebih besar. Wahai Allah, anugerahilah kami kebersihan ma’rifah dan muliakanlah kami dengan baiknya hubungan antara kami dan Kamu (Allah) di atas sunnah. Berikanlah kami rizki dengan kebenaran tawakkal kepadaMu dan baik sangka padaMu. Anugerahilah kami sesuatu yang bisa mendekatkanku kepadaMu. Dan maafkanlah kami dengan kasih sayangMu, wahai Yang Maha Penyayang.

Oh Rabbku yang Esa, mengingatiMu hati karatku belum mampu menjadi tenang
Namun …
MengingatiMu mampu mengingatkan dosaku yang begitu besar
Maka…
MengingatiMu, kutahu masih ada ruang pengampunanMu
MengingatiMu mampu memagari nafsu
MengingatiMu mampu mendidik jiwa
Justeru…
sedikit demi sedikit hati mula melihat cahaya di bawah cahaya
Cahaya di bawah lapisan karat
Karat di bawah lapisan karat itu
Ya Allah…
Izinkan aku dengan waktu yang sedikit ini mengikis karat itu…
Tanpa ihsanMu masa amat mencemburuiku…
Permudahkanlah aku menggilap hati ini…
Agar cahaya di bawah lapisan itu…
Dapat menyinari baitul muslim ini…
Moga kasihMu ya Allah,
Menemaniku meniti hari mencari mentari merah

Ya Allah, hanya rahmatMu yang aku harapkan.  Jangan tinggalkan aku sendirian walau dengan kadar sekelip mata.  Perbetulkanlah segala urusanku.  Lal Ilaha illa anta.  Ampunilah daku, suami dan anak2ku, kedua ibubapaku, datuk nenek saudara mara, guru-guru serta semua yang pernah mengajariku dan kuajari, mereka yang penting dalam hidupku serta semua muslimin muslimat yang sama-sama memperjuangkan agamamu.  Kurniakanlah kasih sayangMu ya Rabb, kasihanilah kami dan lindungi kami dalam naungan rahmatMu.  Amin ya rabbal alamin.  Segala puji-pujian hanya untukMu ya Allah.  Salawat dan salam untuk junjungan yang mulia, Muhammad saw, para sahabat serta para pendokong perjuangan Islam. Hasbi rabbi jallAllah.

O Allah the Almighty
Protect me and guide me
To your love and mercy
Ya Allah don’t deprive me
From beholding your beauty
O my Lord accept this plea

CHORUS:
Hasbi rabbi jallallah
Ma fi qalbi ghayrullah
My Lord is enough for me, Glory be to Allah
There is nothing in my heart except Allah

CHORUS

Hindi:
Wo tanha kaun hai
Badshah wo kaun hai
Meherba wo kaun hai
Who is the only One?
Who is the King?
Who is the Merciful?

Kya unchi shan hai
Uskey sab nishan hai
Sab dilon ki jan hai
Who is the most praised and benevolent?
Whatever you see in this world is His sign
He’s the love of every soul

CHORUS
Turkish:
Affeder gunahi
Alemin padisahi
Yureklerin penahi
He is the Forgiver of all sins
He is the King of the universe
He is the Refuge of all hearts

Isit Allah derdimi, bu ahlarimi
Rahmeyle, bagisla gunahlarimi
Hayreyle hem aksam hem sabahlarimi
O Allah hear my sorrows and my sighs
Have mercy and pardon my sins
Bless my night and days

CHORUS

Arabic:
Ya rabbal ‘alamin
Salli ‘ala Tahal amin
Fi kulli waqtin wa hin
O Lord of the worlds
Send peace and blessings
On Ta-ha the trustworthy
In every time and at every instant
Imla’ qalbi bil yaqin
Thabbitni ‘ala hadhad din
Waghfir li wal muslimin
Fill my heart with conviction
Make me steadfast on this Religion
And forgive me and all the believers

CHORUS

Salam Bangi

This entry was posted in Thoughts & Reflections and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Meniti Hari Mencari Mentari

  1. FaisaL says:

    T_T

    ummi…

    sabar ye…

    kalaulah boleh along ringankan beban yang ditanggung.. pasti along buat..

    moga dipermudahkan segala urusan kita dan dimurahkan rezeki kita..

    amin..

    amin..

    amin ya Rabbal ‘alamin..

  2. Cikgu says:

    Jazakaullahukhairan kathira,
    Sungguh kehadiranmu di hati dan di pelantar maya,
    Cukup buat meringankan benak dan kepala,
    Di sisi Allah ada ganjarannya,
    Yang berhak menentukan Dialah jua,
    Yang pasti tetap ada,
    Jika tidak di mayapada,
    Di akhirat pasti ada.

    Ketikan Balas Tinda Dell Bunda
    1 Nov 2007
    1.31 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s